Ini Dia Syarat E-Faktur Untuk Pelaporan SPT Masa PPN

SPT Masa PPN ialah wujud laporan PPN yang harus diisi serta dilaporkan oleh Pengusaha Kena Pajak tiap bulannya. Form pelaporan ini digunakan buat memberi tahu penghitungan jumlah pajak, baik buat Pajak Pertambahan Nilai ataupun Pajak Penjualan atas Benda Elegan( PPnBM) yang terutang. Postingan ini hendak mangulas menimpa metode memberi tahu SPT Masa PPN memakai aplikasi e- Faktur. e- Faktur ialah aplikasi yang digunakan buat membuat serta menerbitkan Faktur Pajak Elektronik ataupun Fakta Pungutan PPN secara elektronik. Pengisian faktur pajak elektronik ini dicoba secara online lewat aplikasi ataupun web dan baca juga syarat pakai aplikasi efaktur.


Persyaratan Memakai Aplikasi e- Faktur


Berikut ini merupakan persyaratan yang wajib Kamu memenuhi dikala memakai aplikasi e- Faktur


1. Sudah Terdaftar ataupun Mempunyai NPWP


Kala Kamu hendak mengurus pembuatan e- Faktur, pastinya Kamu wajib memiliki NPWP terlebih dulu. Buat Industri( Tubuh) bisa mendaftar NPWP dahulu dengan persyaratan selaku berikut:


Mengisi Formulir Registrasi( Unduh Formulir Registrasi NPWP Tubuh)


Fotokopi KTP Pengurus Industri( Direktur)


Fotokopi Kartu No Pokok Harus Pajak( NPWP) salah satu pengurus ataupun Direktur


Fotokopi Akta Pendirian


Fotokopi Dokumen Izin Usaha ataupun SIUP serta TDP


2. Permohonan Pengukuhan Diri selaku Pengusaha Kena Pajak


Pengusaha Kena Pajak merupakan Pengusaha yang melaksanakan penyerahan Benda Kena Pajak serta/ ataupun penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak bersumber pada Undang- Undang Pajak Pertambahan Nilai Tahun 1984 serta perubahannya. Dikala Kamu sudah dikukuhkan selaku PKP, pasti kewajiban perpajakan Kamu hendak meningkat, ialah kewajiban PPN. Kala Kamu menjual Benda/ Jasa, Kamu wajib memungut PPN dari Pembeli sebesar 10% dari Harga Jual/ DPP( Dasar Pengenaan Pajak) setelah itu Kamu harus menyetorkannya ke Kas Negeri.


Batas untuk Pengusaha Kena Pajak( PKP) diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan PMK no 197/ PMK. 03/ 2013, yang intinya apabila omzet 1 tahun sudah melebihi Rp4. 800. 000. 000( 4 miliyar 8 ratus juta rupiah) hingga PKP harus memberi tahu usahanya buat dikukuhkan selaku Pengusaha Kena Pajak. Apabila omzet di dasar 4, 8 Miliyar serta hendak dikukuhkan selaku PKP, diperbolehkan. Apabila Industri Kamu bergerak selaku Pengembang Properti, Kamu pula diwajibkan mengajukan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak


Ketentuan Catatan Pengusaha Kena Pajak( PKP)


Buat Harus Pajak Tubuh, jalani pengisian Formulir Permohonan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak serta melampirkan:


Fotokopi akta pendirian ataupun dokumen pendirian serta pergantian untuk Harus Pajak tubuh dalam negara, ataupun pesan penjelasan penunjukan dari kantor pusat untuk wujud usaha senantiasa, yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang.


Fotokopi Kartu No Pokok Harus Pajak salah satu pengurus, ataupun fotokopi paspor serta pesan penjelasan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Wilayah sekurang- kurangnya Lurah ataupun Kepala Desa dalam perihal penanggung jawab merupakan Masyarakat Negeri Asing;


Dokumen izin usaha serta/ ataupun aktivitas yang diterbitkan oleh lembaga yang berwenang;


Pesan penjelasan tempat aktivitas usaha dari Pejabat Pemerintah Wilayah sekurang- kurangnya Lurah ataupun Kepala Desa


Apabila berkas sudah lengkap, segeralah ajukan ke loket pelayanan kantor pelayanan pajak tempat NPWP Kamu terdaftar. Petugas KPP hendak melaksanakan survey ke posisi usaha Kamu kira- kira dalam 10 hari kerja.


3. Mengajukan Permintaan Kode Aktivasi serta Password


Sehabis berstatus selaku PKP, Kamu wajib mengajukan Permintaan Kode Aktivasi serta Password. Kode serta Password ini hendak digunakan buat mengakses web e- Nofa di alamat http:// efaktur. pajak. go. id, lewat web formal ini, Kamu bisa memohon jatah no faktur secara online.


Metode memohon kode aktivasi serta password aktivasi merupakan dengan mengisi formulir permintaan. Sehabis mengisi isian formulir jangan kurang ingat ditandatangan serta dicap( ciri tangan direktur serta cap bila yang mengajukan industri) setelah itu menyerahkan ke loket pelayanan di kantor pelayanan pajak tempat NPWP Kamu terdaftar. Kode Aktivasi hendak dikirim lewat Jasa Pengiriman Pesan( Pos Indonesia), sebaliknya Password dikirim lewat email aktif.


4. Mengajukan Permintaan Sertifikat Elektronik


Sertifikat Elektronik merupakan sertifikat yang bertabiat elektronik yang muat Ciri Tangan Elektronik serta bukti diri yang menampilkan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak ataupun Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.


Sertifikat Elektronik ini mempunyai masa berlaku 2 tahun serta wajib diperpanjang lagi dengan ketentuan pengajuan yang sama.


Persyaratan Permintaan Sertifikat Elektronik:


Mengisi Formulir Permintaan serta Pesan Statment Persetujuan


Asli e- KTP/ Paspor/ KITAS/ KITAP Pengurus


Fotocopy e- KTP/ Paspor/ KITAS/ KITAP Pengurus


Asli Kartu Keluarga Pengurus


Fotokopi Kartu Keluarga Pengurus


Softcopy cocok gambar terkini Pengurus yang ditaruh ke dalam CD( Compact Disc)


Asli SPT Tahunan PPh Tubuh serta fakta penerimaan pesan/ ciri terima pelaporan SPT Tahunan PPh Badan


Nama Pengurus tercantum dalam SPT Tahunan PPh Badan


Proses Permintaan Sertifikat Elektronik tidak dapat diwakilkan. Pelajari lebih lanjut tentang sertifikat elektronik berikut ini.


5. Mengaktifkan( Pendaftaran) Aplikasi e- Faktur


6. Memakai Aplikasi e- Faktur( Membuat Faktur serta Memberi tahu SPT Masa PPN)


Buat mengawali memakai e- Faktur terdapat sebagian panduan penggunaannya. Sebagian langkah yang Kamu pelajari merupakan:


a. Memohon No Faktur Secara Online


Ajukan permintaan no faktur terlebih dulu, yang nantinya hendak digunakan buat faktur pajak. Untuk Kamu yang baru awal memohon no faktur, jalani persiapan dengan memasukkan sertifikat elektronik ke browser yang hendak Kamu pakai. Triknya gampang, bila memakai browser Chrome/ Internet Explorer hingga lumayan Double klik file sertifikat. Jika terdapat tampilan persoalan lumayan seleksi Next– Next, serta Kamu hendak dimohon memasukkan Passphrase( Password yang diketik Direktur waktu mengajukan sertifikat elektronik).


b. Merekam No Faktur yang Sudah Didapat


c. Membuat Faktur Pajak Keluaran


Pembuatan e- Faktur Pajak tipe ini kala Kamu menjual BKP/ JKP yang terkategori elegan.


d. Merekam Faktur Pajak Masukan


Faktur Pajak Masukan diterima dikala Kamu membeli Benda serta/ ataupun Jasa dari PKP. Faktur Pajak ini Kamu input buat dikreditkan serta ada pengaturan spesial( terdapat faktur yang direkam tetapi tidak dikreditkan).


e. Membuat SPT


Sehabis berakhir masa pajak, misalnya bulan Juni sudah melalui, hingga di bulan Juli saat sebelum akhir bulan, Kamu Harus Lapor SPT Masa PPN, bila tidak ataupun terlambat lapor, hingga Kamu hendak dikenakan denda. 

Post a Comment

0 Comments