Nyeri Payudara, Perlukah Diwaspadai?

 Rasa tidak tenteram dan nyeri pada payudara yaitu gangguan pada payudara yang sering diala Nyeri Payudara, Perlukah Diwaspadai?
Rasa tidak tenteram dan nyeri pada payudara yaitu gangguan pada payudara yang sering dialami. Rasa nyeri tersebut bermacam-macam dari ringan hingga berat, dan seringkali memerlukan penanganan medis. Tetapi secara lazim nyeri payudara bukanlah tanda-tanda kanker.

Ada tiga klasifikasi nyeri pada payudara, yaitu yang terkait dengan siklus menstruasi, nyeri yang tak terkait dengan menstruasi, serta nyeri yang asalnya dari dada dan terasa hingga payudara.

Nyeri terkait siklus menstruasi

Pola dari nyeri ini berhubungan dengan pergantian kadar hormonal. Sebagian perempuan mencicipi nyerinya meningkat sebelum haid dan akan menghilang sehabis haid selesai. Nyeri dapat diikuti dengan pembengkakan atau tidak.

Nyeri yang tak terkait siklus menstruasi

Tipe nyeri payudara ini biasanya timbul pada perempuan usia pramenopause dan masa menopause. Rasa nyeri dapat terasa pada area spesifik di payudara dan sering disebut selaku "target zone". Pada beberapa wanita, nyeri ini dapat terasa hingga dengan dua tahun kemudian hilang.

Nyeri yang tak terkait dengan siklus haid juga dapat timbul alasannya yaitu depresi berat pada payudara atau juga di bekas luka biopsi. Pada pada lazimnya kasus, dokter belum mengenali penyebab nyeri ini. Jika rasa nyeri sungguh tidak nyaman, periksakan ke dokter.

Nyeri yang berasal dari dada

Sebenarnya ini yaitu nyeri yang bukan berasal dari payudara, namun di belahan tengah dada dan disebut selaku costochondritis.  Kondisi tersebut terjadi dikala tulang rusuk dan tulang payudara bersentuhan. Postur badan yang buruk dan proses penuaan dapat mengembangkan tekanan pada persendian di area ini sehingga timbul rasa nyeri.

Meski nyeri pada payudara biasanya bukan tanda-tanda kanker, namun secepatnya periksakan apabila gangguan pada payudara itu mulai mengganggu. Sebelum memeriksakan diri, buatlah catatan perihal intensitas nyeri dan kapan saja rasa nyeri itu timbul dan hilang.

Dokter akan menjalankan investigasi fisik dan pada sebagian kendala diinginkan mamografi atau USG apabila pasien berusia di atas 35 tahun. Cek biopsi tidak dianjurkan untuk ganjalan nyeri.

Post a Comment

0 Comments